SABDAwebYoh 20:29. Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. w Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya. x ". AYT (2018) Yesus berkata kepadanya, "Apakah kamu sekarang percaya karena kamu telah melihat Aku? Diberkatilah mereka yang tidak melihat, tetapi percaya.". TL (1954) ©. SABDAweb Yoh
Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Yoh 2029. Sebenarnya dalam hidup kita ini, banyak hal yang tidak bisa kita lihat, namun kita percaya bahwa hal itu ada. apakah saudara pernah melihat usus dalam perut sendiri? Pernahkah melihat paru- parumu? pernahkah kita melihat ginjal kita sendiri? tidak. tetapi kita percaya bahwa itu semua ada dalam diri kita. Jikalau kita harus membuktikan bahwa itu ada dengan cara mengoperasi dan mengeluarkannya maka itu tindakan bodoh. Kita tidak pernah melihat kutub utara yang katanya penuh es, namun kita percaya melalui informasi bahwa kutub utara itu ada dan seperti itu. Kita tidak pernah lihat ada setan, namun kita percaya setan itu ada. Bulu kuduk merinding, kita ngeri melihat orang kerasukan. Kita ini berbahagia karena banyak hal yang kita tidak lihat namun kita percaya bahwa itu ada. Saudara tidak perlu operasi tubuh agar supaya percaya bahwa dalam tubuhmu ada usus, ginjal, hati. Ini sudah bahagia. Kita bisa menjalani hidup dengan tenang karena kepercayaan itu, bisa menjaga organ-organ tubuh kita agar tetap sehat. jadi sebenarnya, percaya tanpa melihat itu, sudah sering kali kita alami. Saya pun yakin bahwa Tomas juga sering kali menjalani hidup yang percaya walaupun dia tidak bisa lihat. Namun kali ini, imannya Tomas mengalami sedikit masalah, yakni dia harus melihat dahulu barulah dia bisa percaya. Kemudian Tuhan Yesus menjumpai Tomas dan mengundang Tomas mencucukkan jarinya ke dalam lambungnya. Tomas langsung percaya dan berseru, ya Tuhanku dan Allahku. Tuhan Yesus kemudian berkata “karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Joh 2029. Tomas sudah melihat Tuhan dan Yesus dan dia percaya. ini baik karena banyak orang yang sudah melihat Yesus tetapi tidak percaya. Namun ada yang lebih baik dan lebih berbahagia, yakni mereka yang tidak melihat Tuhan Yesus namun percaya. Siapa itu yang tidak melihat Tuhan Yesus dan percaya? apakah murid-murid? Bukan, sebab murid-murid melihat Tuhan Yesus dan percaya. Lalu siapa yang dimaksud Tuhan ketika mengatakan berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya? Kitalah yang dimaksudkan oleh Kristus ketika mengatakan kalimat itu. Orang-orang Kristen yang tidak hidup sezaman Tuhan Yesus, tentunya tidak melihat lagi Tuhan Yesus. Namun walaupun mereka tidak melihat Tuhan Yesus, mereka percaya. Saudara dan saya tidak melihat Tuhan Yesus, namun kita percaya kepada-Nya. Kita percaya bukan karena melihat tetapi karena mendengar dan membaca firman Tuhan. Saudara perhatikan Yoh 20 31 tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya. Joh 2031. Iman kita berasal dari mana? dari apa yang dicatat oleh kitab suci. Kita percaya bukan karena kita sudah melihat Yesus yang menampakkan diri kepada Tomas, tetapi kita percaya kepada Kristus oleh karena apa yang dicatat dalam kitab suci. Tuhan mengatakan orang yang seperti ini berbahagialah. Kita berbahagia karena meskipun kita tidak mengalami pengalamannya Tomas, yakni melihat secara langsung Tuhan Yesus, namun dengan membaca pengalaman Tomas ini, kita pun boleh memiliki iman yang seperti Tomas, setelah dia berjumpa dengan Kristus. Iman saudara tidak lebih kurang dari Tomas, walaupun saudara tidak berada di sana saat itu. Iman kita sama dengan Tomas, walaupun kita sekarang berada di zaman dimana kita tidak melihat Tuhan Yesus secara fisik. Kita sama berimannya dengan Tomas dan murid-murid melalui apa yang dicatat oleh Yohanes. Iman kita bukan melalui apa yang kita lihat,. Iman kita datang melalui pendengaran dan apa yang kita baca. itulah sebabnya mengapa Yohanes mengatakan dalam Yohanes 2031, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya. Joh 2031. Doa Tuhan Yesus, sekalipun kami belum pernah melihat-Mu, namun kami mengasihi-Mu. Kami percaya kepada-Mu, sekalipun kami sekarang tidak melihat-Mu. Kami bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan itu. Peliharalah iman kami ini dan ajarkan kami untuk menerapkan iman kami dalam pergumulan kami setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa Johannis TrisfantGKIm Ka Im Tong, Bandung
HiduplahHati Yesus melalui Hati Maria. Saudara-saudari sahabat Resi Dehonian yang dikasihi oleh Tuhan, kita berjumpa kembali dalam Resi renungan singkat Dehonian edisi Minggu 7 Agustus 2022. Hari ini adalah hari Minggu biasa ke XIX bersama saya Romo Antonius Tugiyatno SCJ dari Komunitas Kokonao Papua. Saya akan membacakan perikop Injil versi
Menjadi pribadi yang dipercayai pasti menyenangkan hati. Itu tandanya kamu adalah sosok yang punya kepribadian positif dan bisa diandalkan. Gak semua orang seperti itu. Jika kamu adalah orang yang terpilih atas berbagai kepercayaan, maka keuntungan yang kamu dapatkan, serta kamu juga bisa berguna bagi sekitar. Ingin tahu apa saja tandanya bahwa orang-orang menaruh percaya padamu? Yuk, cek beberapa Kerap dipilih untuk menjadi pemimpinilustrasi seorang pemimpin ProductionsApakah selama ini kamu selalu ditunjuk menjadi pemimpin? Entah dalam pekerjaan, kegiatan keluarga, hingga pertemanan? Jika iya, itu merupakan tanda bahwa orang sekitar percaya padamu. Tentu ada alasannya mengapa mereka bisa karena kamu pribadi mandiri, bijaksana, bisa mengendalikan diri, mampu membuat keputusan yang baik untuk bersama, dan masih banyak alasan positif lainnya. Semua ada dalam dirimu yang orang lain sadari itu. Jadi, tingkatkan terus Sering dimintai pendapatilustrasi berantusias mendengarkan rekan kerja tanda berikutnya saat orang percaya padamu, biasanya mereka kerap meminta pendapat darimu. Jika selama ini banyak yang ingin mendengar pendapatmu, tanggapi dengan sebaik mungkin. Sebab, sudut pandangmu dipercaya membawa kebaikan bagi belajar agar wawasan semakin luas. Sehingga, pendapatmu gak hanya didengar, tapi juga dilakukan oleh yang meminta, karena memang terpercaya dan bijaksana. Lakukan dengan cara komunikasi yang baik juga, ya. Baca Juga 5 Tips saat Beradu Pendapat dengan Orangtua, Sikapi dengan Bijak 3. Sering jadi tempat curhatilustrasi kegiatan curhat bermanfaat baik bagi kesehatan Borba Apakah teman atau rekan kerja, bahkan pasangan sering curhat padamu? Wah, selamat karena menjadi tempat curhat adalah bukti bahwa mereka menaruh rasa percaya padamu. Maka, dengarkan dengan sepenuh hati, berikan tanggapan jika apabila mereka hanya ingin bercerita, cukup mendengarkannya saja itu sudah melegakan hati. Jangan lupa juga, jadilah seseorang yang mampu menjaga rahasia, jika yang diceritakan perihal Gak ragu memberi tugas tertentu padamuilustrasi berbicara dengan sopan de RichelieuJika selama ini, entah di tempat kerja maupun kegiatan lainnya, atasan atau siapa pun itu dengan semangat dan penuh keyakinan memberikan tugas tertentu padamu, jangan kesal dulu. Tenangkan hati dan jernihkan pikiran. Coba lihat sisi positifnya, karena itu merupakan tanda bahwa ada kepercayaan tersendiri selagi kamu mampu, terima tugasnya sebagai tantangan meningkatkan kemampuan. Apalagi jika tergolong sulit bagi yang lain, dan kamu dipercaya mengerjakannya. Jangan menolaknya, apalagi ketika masih dalam batas wajar. Jadikan ini kesempatan untuk menunjukkan Selalu diprioritaskanilustrasi orang berjabat tangan MediaDipercaya atau belum oleh orang lain juga bisa diamati dari caranya memperlakukanmu. Jika kamu selalu diprioritaskan dalam berbagai hal, itu merupakan bagian dari bentuk kepercayaan. Jangan sia-siakan, apalagi menyepelekan perlakuan baik ini, karena kamu sudah bisa gunakan caramu sendiri, agar mereka terus mempercayai. Tentunya dengan cara yang positif, ya. Jagalah kepercayaannya, semakin menjadi prioritas bagi orang sekitar membuktikan bahwa dirimu adalah sosok yang menjadi pribadi yang dapat dipercaya, untungnya untukmu juga. Jadi, gak ada ruginya. Tentu kamu pun perlu pandai dan bijaksana, agar kepercayaannya bukan bertujuan memanfaatkan. Ingat, saat orang menaruh percaya padamu, tetaplah berpikir sehat dan perlu melihat begitu menyenangkan jadi kepercayaan, tapi tetap perlu diingat bahwa kebahagiaan diri itu nomor satu. Jika orang sekitar percaya padamu untuk melakukan sesuatu yang di luar kemampuanmu, jangan rela mengorbankan diri hanya demi menyenangkannya. Baca Juga 8 Pengertian Mood Menurut Pendapat Ahli, Beda dengan Emosi IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
BerbahagialahYang Tidak melihat, Namun Percaya. Yoh. 20 : 27 - 30. Kemudian Ia berkata kepada Thomas " Taruhlah jarimu disini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan kedalam lubang-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah " Kemudian Thomas menjawab " Ya Tuhanku dan Allahku "
RENUNGAN HARIAN KRISTEN TERBARU, KAMIS 24 MEI 2022 1245. BERBAHAGIALAH ORANG YANG TIDAK MELIHAT, NAMUN PERCAYA Oleh E. Gunawi Sp. FIRMAN TUHAN Kitab Injil Yohanes 2024-29 TB. Shalom. Puji Tuhan! Dari Bantul, Yogyakarta, Indonesia, kami Renungan Harian Kristen Terbaru, menyampaikan salam sukacita dan damai sejahtera dari Tuhan kita Yesus Kristus, kepada semua pembaca dari segala bangsa sampai ke ujung bumi. Oleh karena kasih karunia-Nya yang sudah dilimpahkan kepada kita, maka kita memperoleh kesempatan untuk menikmati hari-hari yang indah ini dengan penuh sukacita dan damai sejahtera. Oleh sebab itu, marilah kita naikkan ibadah, doa, ucapan syukur, hormat, pujian, penyembahan, persembahan dan pelayanan untuk kemuliaan nama-Nya. Pada hari yang sangat berbahagia ini, mari kita lengkapi aktivitas kita dengan merenungkan ayat-ayat Firman Tuhan yang dicatat dalam Kitab Injil Yohanes 2024-29 TB. Topik yang kita tampilkan kali ini, adalah BERBAHAGIALAH ORANG YANG TIDAK MELIHAT, NAMUN PERCAYA. Pengantar Sungguh! Ketidakpercayaan Tomas terhadap kebangkitan dan penampakan Tuhan Yesus kepada para murid-Nya merupakan salah satu kisah yang menarik sehingga sering dibahas oleh banyak orang. Bahwasanya, Tomas yang sangat bersikeras tidak percaya terhadap kebangkitan dan penampakan Tuhan Yesus kepada para murid-Nya itu berkata “…, sekali-kali aku tidak akan percaya”, sebelum dirinya melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum ia mencucukkan jarinya ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tangannya ke dalam lambung-Nya. Secara global, ayat-ayat Firman Tuhan yang dicatat dalam Kitab Injil Yohanes 2024-29 TB, antara lain menuturkan perihal sebagai berikut. Pertama, Tomas yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke sana. Kedua, Tomas berkata kepada mereka bahwa sekali-kali aku tidak akan percaya. Ketiga, Tuhan Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata “Damai sejahtera bagi kamu!” Keempat, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi. Kelima, berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya. Pertama, Tomas yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke sana Alkitab mencatat bahwa Tomas adalah salah satu dua belas murid Tuhan Yesus. Kali ini, Alkitab menuturkan bahwa Tomas yang juga disebut Didimus itu, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Tuhan Yesus datang di tempat itu. Dalam Kitab Injil Yohanes 2024, Firman Tuhan mengatakan kepada kita “Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.” Kedua, Tomas berkata kepada mereka bahwa sekali-kali aku tidak akan percaya Oleh sebab Tomas yang disebut Didimus itu tidak berada di situ, maka ia pun tidak melihat kehadiran Tuhan Yesus Kristus yang dilihat oleh para murid-Nya yang lain. Karenanya, maka para murid-Nya kata yang lain itu berkata kepadanya bahwa mereka sudah melihat Tuhan Yesus. Alkitab juga mengungkapkan bahwa Tomas kemudian berkata kepada mereka bahwa sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya, sekali-kali dia tidak akan percaya. Tomas juga mengatakan bahwa sebelum dia mencucukkan jarinya ke dalam bekas paku itu, dia tidak akan percaya. Bahkan, Tomas juga berkata bahwa sebelum ia mencucukkan tangannya ke dalam lambung-Nya, maka ia sekali-kali tidak akan percaya. Dalam perkataan lain, Tomas tidak akan percaya bahwa Tuhan Yesus sudah bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, apabila ia belum melihat membuktikannya sendiri. Sekaitan dengan itu, marilah kita baca dan kita selidiki Firman Tuhan yang ditulis dalam Kitab Injil Yohanes 2025. Kitab Suci mengatakan kepada kita “Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”” Ketiga, Tuhan Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata “Damai sejahtera bagi kamu!” Lantas, delapan hari kemudian, Alkitab menyatakan bahwa murid-murid Tuhan Yesus berada kembali dalam rumah itu. Pada waktu itu, Tomas juga berada bersama-sama dengan mereka di sana. Dikisahkan bahwa pintu-pintu rumah terkunci rapat. Hal itu karena mereka juga kuatir kalau-kalau ada orang-orang Yahudi yang mengetahui mereka di rumah itu. Namun, tiba-tiba Tuhan Yesus datang di sana. Tuhan Yesus berdiri di tengah-tengah mereka dan menyapa “Damai sejahtera bagi kamu!” Dalam konteks itu, perhatikan dan periksalah Firman Tuhan yang tercantum dalam Kitab Injil Yohanes 2026. Tuhan berfirman “Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata “Damai sejahtera bagi kamu!”” Keempat, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi Lebih lanjut, Firman Tuhan kemudian mengatakan bahwa Tuhan Yesus lalu berkata kepada Tomas agar dia menaruh jarinya di sini dan lihatlah tangan-Nya. Agar Tomas mengulurkan tangannya dan mencucukkan ke dalam lambung-Nya. Kemudian Tuhan Yesus berkata kepadanya agar dia jangan lagi tidak percaya lagi, melainkan percaya pada kebangkitan dan penampakan-Nya. Hal demikian dinyatakan oleh Firman Tuhan yang dicatat dalam Kitab Injil Yohanes 2027. Alkitab menyatakan kepada kita “Kemudian Ia berkata kepada Tomas “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.”” Kelima, berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya Sejatinya, Tuhan Yesus Kristus memang sudah datang menemui mereka, para murid-Nya. Dan mereka semua percaya kepada-Nya. Hanya Tomas yang disebut Didimus itu yang meminta bukti, agar ia melihat-Nya sendiri dan membuktikan bahwa Dia itu benar Yesus Kristus, Tuhan kita. Alkitab menceritakan bahwa Tuhan Yesus berkenan terhadap pernyataan Tomas. Oleh sebab itu Tuhan Yesus berdiri di tengah-tengah mereka. Dia menunjukkan diri-Nya kepada murid-murid-Nya termasuk Tomas. Meskipun semua pintu rumah tempat mereka berkumpul terkunci rapat, namun Tuhan Yesus dapat masuk dan sudah berdiri di antara mereka. Tuhan Yesus justeru sudah menyapa mereka dengan lemah lembut. Itulah sebabnya, maka Tomas kemudian menyadari dirinya bersalah dan berdosa karena tidak percaya kepada kebangkitan-Nya dari antara orang mati pada harinyang ketiga, serta tidak percaya pada penampakan-Nya. Oleh sebab itu, maka Tomas pun menjawab Dia dan berkata “Ya Tuhanku dan Allahku!” Sungguh! Tomas menyadarinya. Tomas kemudian menyebut Yesus Kristus sebagai Tuhannya dan Allahnya. Baginya, tidak ada tuhan lain selain Dia, Yesus Kristus. Demikian dinyatakan dalam Kitab Injil Yohanes 2028, yang berbunyi “Tomas menjawab Dia “Ya Tuhanku dan Allahku!” Dalam pada itu, Firman Tuhan yang tercantum dalam Kitab Injil Yohanes 2028-29, berbunyi “Kata Yesus kepadanya “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”” Melalui ayat Firman Tuhan ini, kita mendapati bahwa Tuhan Yesus lalu berkata kepada Tomas. Bahwasannya karena dia telah melihat Tuhan Yesus, maka dia percaya. Tuhan Yesus juga menyatakan bahwa berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya. Benar! Tuhan Yesus mengatakan “…. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Kendati sebelum melihat diri-Nya, Tomas tidak percaya kepada kebangkitan-Nya dari antara orang mati dan penampakan-Nya, namun Tuhan Yesus hanya menjaganya dengan lembut. Tuhan Yesus berkata kepada Tomas “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.”” Hal demikian adalah suatu bukti, bahwa Tuhan Yesus Kristus tidak menghendaki umat-Nya dan murid-Nya tersesat dan menjauhi-Nya. Tuhan Yesus merindukan semua umat dan murid-Nya tetap setia kepada-Nya sampai pada akhirnya Oleh sebab itu, ketika Tomàs kemudian mengatakan “Ya Tuhanku dan Allahku!”, Maka Tuhan Yesus pun berkata kepada Tomas “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya.” Oleh sebab Tomas melihat dirinya, maka Tomas kemudian percaya kepada kebangkitan-Nya dari antara orang mati pada hari yang ketiga dan percaya penampakan-Nya. Sebagai Tuhan yang sangat mengasihi umat-Nya, maka Tuhan Yesus Kristus kemudian mengingatkan Tomas dan para murid-Nya pada zaman itu, dan kepada kita pada masa kini dan kepada semua orang percaya dari generasi ke generasi “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Pelajaran yang dapat kita petik Lantas, bagaimanakah dengan diri kita sesudah membaca, mempelajari, memperhatikan dan merenungkan Firman Tuhan yang dikutip dalam Kitab Injil Yohanes 2024-29 TB? Apakah kita dan dan semua peribadi di antara kita sudah percaya, lebih percaya dan sangat percaya kepada kebangkitan Tuhan Yesus Kristus pada hari yang ketiga, meskipun kita belum pernah melihat-Nya? Apakah kita dan semua peribadi di antara kita percaya bahwa kebangkitan Dia, Yesus Kristus, Tuhan kita, Anak Tunggal Allah Bapa, Mesias dan Juru Selamat manusia, adalah untuk menyelamatkan kita dari hukuman dosa dan maut dalam nyala api yang tidak pernah padam? Apakah kita dan semua peribadi di antara kita yang sudah percaya dan mengikut, melayani dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga dengan setulus hati dan segenap jiwa, serta setia beribadah, berdoa, bersyukur, memuji, menyembah dan melayani Dia? Sudah tentu, kita dan dan semua peribadi di antara kita sudah percaya, lebih percaya dan sangat percaya kepada kebangkitan Tuhan Yesus Kristus pada hari yang ketiga, meskipun kita belum pernah mekihat-Nya. Tentu, kita dan semua peribadi di antara kita percaya bahwa kebangkitan Dia, Yesus Kristus, Tuhan kita, Anak Tunggal Allah Bapa, Mesias dan Juru Selamat manusia, adalah untuk menyelamatkan kita dari hukuman dosa dan maut dalam nyala api yang tidak pernah padam. Sudah tentu, kita dan semua peribadi di antara kita yang sudah percaya dan mengikut, melayani dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga dengan setulus hati dan segenap jiwa, serta setia beribadah, berdoa, bersyukur, memuji, menyembah dan melayani Dia. Berbahagialah kita Berbahagialah kita dan dan semua peribadi di antara kita sudah percaya kepada kebangkitan Tuhan Yesus Kristus pada hari yang ketiga, meskipun kita belum pernah melihat-Nya. Karena Dia sudah lebih dahulu mengampuni dan menyelamatkan kita dari segala dosa dan pelanggaran dengan kelimpahan kasih setia dan kasih karunia-Nya pada waktu-Nya. Berbahagialah kita dan semua peribadi di antara kita percaya bahwa kebangkitan Dia, Yesus Kristus, Tuhan kita, Anak Tunggal Allah Bapa, Mesias dan Juru Selamat manusia, adalah untuk menyelamatkan kita dari hukuman dosa dan maut dalam nyala api yang tidak pernah padam. Karena Dia sudah menyediakan upah besar di Kerajaan sorga. Berbahagialah kita dan semua peribadi di antara kita yang sudah percaya dan mengikut, melayani dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga dengan setulus hati dan segenap jiwa, serta setia beribadah, berdoa, bersyukur, memuji, menyembah dan melayani Dia. Karena Dia sudah menyediakan bagi kita bagian hidup kekal yang penuh sukacita dan damai sejahtera di sorga. JESUS CHRIST BLESS YOU AND US. HALLELUJAH. AMEN. ********* Terima kasih Ibu/Bapak/Saudara/ saudari yang sudah berkenan membaca Renungan Harian Kristen Terbaru ke-1245, edisi hari ini yang dipublikasikan melalui blog edisi hari ini. Amin. gmail
BerandaOpini Berbahagialah Mereka yang Tidak Melihat Namun Percaya. Opini; Berbahagialah Mereka yang Tidak Melihat Namun Percaya. Penulis. admin - 24/04/2022. 0. 289. Facebook. Twitter. Google+. Pinterest. WhatsApp. Oleh: Rm. Ambros Ladjar, Pr. Hari Minggu II Paska, 24 April 2022 Bac. Kisra 4: 1 - 12 dan Wahyu 1:9-13 17-19 dan Injil Yoh 20:
Ada suatu ungkapan dalam bahasa Inggris yang mengatakan ” Seeing is believing”. Ungkapan itu senada dangan ungkapan Thomas, karena melihat, maka ia percaya. Banyak orang tidak percaya kepada Tuhan, karena mereka tidak atau belum pernah melihat Tuhan. Banyak orang sekarang ini yang lebih suka atheis agnostik, karena mereka tidak percaya akan adanya Tuhan. Oleh karena itu, kalau kita menyimak kata-kata Yesus kepada Thomas”Jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah”. Kita pun dapat memahami paham agnostik atheis, karena mereka sangat mengandalkan pikiran dan inderanya untuk melihat Tuhan. Namun kita juga dikaruniahi indera yang keenam atau ketujuh, yang jauh lebih hebat dari dari kelima indera kita. Kita pernah mendengar dengan indera bathin, dengan indera inilah kita bisa mengerti tentang apakah Tuhan itu ada atau tidak ada. Memang pemahaman Tuhan itu harus dimengerti dalam Roh dan Kebenaran. Dan jika kita belum mampu apa itu Roh dan Kebenaran, maka sulitlah bagi kita untuk sampai kepada pemahaman tentang Tuhan. Namun sebagaimana Paulus dalam Kolese 115 dikatakan” Yesus itu adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang tersulung di antara segala ciptaan”. Artinya jika kita mau mengerti tentang gambar Allah, kita harus mengerti siapakah sosok Yesus itu. Barangkali pemahaman ini dapat memandu kita untuk sampai kepada Allah. Dalam Kitab Wahyu 18 disebutkan pula” Yesus itu adalah Alpha dan Omega”, yang pertama dan terakhir. Yang lebih jelas sebagaimana ditulis oleh Yohanes dalam Injilnya 1313” Aku adalah Guru dan Tuhan, dan katamu itu benar”. Dari beberapa ungkapan di atas, jelas sekali bahwa Yesus itu tidak hanya manusia biasa, tetapi sungguh Allah yang hidup di tengah umat manusia. Ia telah memberikan pedoman hidup bagaimana orang akan memasuki Kerajaan Surga yang harus dilewati melalui jalan penderitaan via dolorosa. Walau kita tidak pernah melihat wajah Tuhan sebagaimana Thomas harapkan, kita mengimani bahwa Tuhan itu sungguh ada melalui Yesus yang pernah hidup 2000 tahun yang lalu. Itulah Tuhan Yesus Sang Mesias yang sungguh Allah dan sungguh manusia. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya. ~Yohanes 20 29
RenunganHarian Pelita Hati Minggu, 28 April 2019Hari Minggu Kerahiman IlahiInjil Yohanes 20:19-31Bersama Romo Thomas Suratno, SCJGereja Katolik St StefanusP
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Berbahagialah Yang Tidak melihat, Namun 20 27 – 30. Kemudian Ia berkata kepada Thomas “ Taruhlah jarimu disini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan kedalam lubang-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah “ Kemudian Thomas menjawab “ Ya Tuhanku dan Allahku “Kata Yesus kepadanya “ karena engkau telah melihat aku, maka engkau percaya. “ Berbahagianlah mereka yang tidak melihat, namun percaya “Awal cerita adalah salah satu murid Yesus Thomas, saat memperoleh berita dari teman-temannya murid-murid Yesus lainnya , ia tidak percaya, jika belum melihat dan mecucukan jarinya ditangan bekas luka paku Yesus. Karena ketidak percayaannya, maka Yesus menampakan diri kembali kesekian kalinya, dan langsung berucap pada Thomas seperti ayat begitu ditantang oleh Yesus sambil menunjukan bekas luka ditangannya untuk memenuhi permintaannya, namun Thomas begitu melihat langsung berucap “ Ya Tuhan-Ku dan Allahku “.Ayat 30, jawab Yesus “ Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya “ Mengapa Yesus mengajarkan / mengulangi ajaran terakhir ini sebelum dia naik ke-sorga ? Yang sesungguhnya sudah pernah diajarkan saat-saat sebelum kematian-Nya tentang “ Percaya kepada-Nya “Sesungguhnya disinilah perasaan Kristus Yesus sebagai manusia, betapa ia bisa merasakan jika Ia kembali ke sorga, tentu terjadi kegoncangan hati murid-muridnya. Maka dikatakan “ Janganlah gelisah hatimu, percayalah kepada Allahmu percayalah juga kepada-Ku “ Untuk meyakinkan mereka bahwa janjinya tidak pernah luput. Janganlah bimbang karena akan diturunkan Roh Kudus dan tinggal dalam hati orang ini pernah terjadi saat Musa naik kegunung Sinai, bangsa Israel merasakan kehilangan pemimpin, sehingga akhirnya Harun juga terpengaruh dan mau menuruti kemauan bangsa Israel membangun lembu mas, sabagai pengganti Musa, Perasaan hati takut kehilangan 14, menjelaskan bahwa Yesus ada tugas lebih penting, yaitu Ia pergi akan menyediakan tempat untuk orang percaya, itulah janji yang jauh lebih penting dari segalanya. Maka dijanjikan kembali Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya, supaya mereka lebih dikuatkan, khususnya mereka orang percaya yang masih hidup dalam dengan kebangkitan-Nya, iman percaya kita tidak lagi goyang, karena kuasa maut sudah ditaklukan oleh-Nya. Apa lagi yang lebih penting selain persiapan tempat yang kekal di sorga bagi orang percaya ? karena kehidupan daging hanyalah sementara, Jika kita sehat 70 tahun, mungkin 80 tahun. Yang jelas sesudah itu kita akan dikumpulkan ditampat yang mulia, tiada air mata, tiada kesedihan. Itulah harapan yang kebangkitan-Nya akan membawa berkat bagi semua orang percaya. Keragu-raguan dikuatkan kembali. Lihat Filsafat Selengkapnya
. 259 288 268 323 246 454 7 8
berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya